GOTAS SMP Muhammadiyah Sumbang merupakan wujud dari Tri Pusat Pendidikan
Pendidikan Tanggung Jawab Bersama
Untuk membentuk sumber daya manusia yang ungul dan berdaya saing global, maka perlu pendidikan yang baik. Keberhasilan pendidikan tidak bisa dipisahkan dari beberapa faktor pendidikan. Ki Hadjar Dewantara menyebutkan ada 3 (tiga) faktor pendidikan, yakni: Keluarga, Sekolah dan Masyarakat. Hal tersebut yang disebut dengan tri pusat pendidikan. Kelurga adalah Madrosatul Ula bagi setiap manusia, sehingga perlu dibangun keluarga yang harmonis, karena keluarga adalah invenstasi masa depan bagi seorang anak.
Sekolah yang ramah anak dan berpusat pada peserta didik merupakan sekolah impian dan harapan dari setiap keluarga. Sekolah harus bisa menyiapkan peserta didik untuk berlaga di masa mendatang, baik dari segi keilmuan juga dari akhlak. SMP Muhammadiyah Sumbang menjadi sekolah pilihan yang tepat, selain bidang ilmu pengetuhan juga ilmu keagamaan diajarkan di sekolah ini, yang bisa menjadi rem atau pembatas pergaulan saat ini yang luar biasa.
Kerjasama yang dibangun oleh SMP Muhammadiyah Sumbang, baik dengan institusi pemerintahan atau dengan lembaga yang lain, juga merupakan bentuk tanggung jawab sekolah untuk menjaga tri pusat pendidikan berjalan dengan baik. Termasuk dalam segi pembiyaan peserta didik.
Gerakan Orang Tua Asuh Muhammadiyah (GOTASMU)
Juni 2024, SMP Muhammadiyah Sumbang meluncurkan program Gerakan Orang Tua Asuh Muhammadiyah (GOTASMU). Kegiatan ini bertujuan untuk melibatkan masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam tanggung jawab pendidikan. Masyarakat tidak bisa langsung memberikan pengajaran keilmuan secara langsung, tapi masyarakat bisa ikut membantu pembiayaan pendidikan.
Bapak Desta Dwi Kartono, S.Pd yang menjadi ketua program ini menyampaikan "Program GOTASMU bukan dilihat dari nominal yang diberikan, tapi berkelanjutanlah yang kami harapkan, sehingga progam ini bisa berjalan dan berkembang dengan terus menerus".
Salah satu anggota GOTASMU yang juga merupakan Pimpinan Ranting Aisiyah (PRA) Kawungcarang, Ibu Sartini mengatakan "Kalau bukan kita yang peduli kepada sekolah Muhammadiyah? Terus siapa lagi?". Ibu Sartini yang juga founder dari Grup Mawaddah Kedungares dan Kawungcarang menambahkan "Kita mengumpulkan infaq dengn nominal yang berbeda-beda, ada yang 5.000, ada yang 10.000. Kita rutin dan istiqomah untuk terus mencari donatur. Semoga bulan depan dan seterusnya, donatur bisa terus bertambah, sehingga perjuangan akan terus berlanjut"
GOTASMU dibulan Ramadhan 2025
Dari mulai dibentuk juni 2024 sampai Maret 2025, sudah tersalurkan infaq sebesar Rp. 13.120.000. Itu bukan nominal yang kecil, jika dilihat dari besarnya infaq yang diberikan oleh khalayak. Dibulan Maret ini, infaq yang tersalurkan sebesar Rp. 5.280.000. Sebuah pencapaian yang luar biasa, artinya banyak orang yang peduli terhadap pendidikan.
Kami berharap, program GOTASMU terus berlanjut, apalagi di era seperti sekarang ini. Masyarakat ditekan dengan berbagai kebutuhan dan segala macam. Apresiasi yang setinggi-tingginya bagi para donatur GOTASMU yang masih menyisihkan sedikit rejeki untuk berbagi. Semoga Allah SWT mengganti dengn yang lebih banyak lagi.
Post a Comment